Haflah Attasyakur Al-Ibrohimi: Ala Ikhtami Alfiyah Ibnu Malik, Aqidatul Awwam dan Tahfidz Al-Qur'an
Gresik -
Bagi sebagian besar santri, Haflah merupakan moment yang sanga berarti, bahkan
ditunggu-tunggu tak terkecuali oleh para wali santri.
Ya, karena pada moment
inilah, berbagai macam prestasi santri di gelar. Haflah menjadi ajang pembuktian
akan pembelajaran yang selama ini di ajarkan oleh
asatidz dan asatidzah, Senin (1/6/2026).
Acara Tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting diantaranya
KH. Muhammad Zainur Rozyid selaku pengasuh PP Ushulul Hikmah Al-Ibrohimi,
Kepala MDTW
UH Al-Ibrohimi Moh. Imron dan Kepala MDTA
UH Al-Ibrohimi Muhammad Haikal Ridho An Nawawi (Manyarejo, Manyar).
Acara Pembukaan yang diawali dengan surat al-fatihah beserta sambutan yang disampaikan oleh
Ustadz Muhammad Dimhari Zain.
"Marilah kita hadiahkan surotul fatihah, kepada segenap Masyayikh yang menjadi inspirator
berdirinya PP Ushulul Hikmah Al-Ibrohimi. Semoga dengan berkah mereka al ibrohimi
selalu bersinar ditengah-tengah masyarakat dan santri-santrinya diberi
ilmu yang bermanfaat oleh Allah SWT
(Al-Fatihah)".
Acara yang ke dua Pembacaan
ayat suci Al-Qur'an yang dilantunkan oleh salah satu
santriwati, Saudari Zakiyyatul Auliya (Al-Ahzab 40:45).
Disusul Mahallul Qiyam sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan
mahabbah kepada Baginda Rasulullah SAW
(Nasyid Asy Syauqiyah).
Dilanjutkan prosesi wisuda pengukuhan dan pemberian syahadah oleh Ustadz Haikal
dan Ustadz Imron di mimbar kehormtan dengan diiringi syair
yang membuat hati semua orang tersentuh, sehingga wali santri dan asatidz asatidzah
benar-benar berharap dengan kemanfaatan dari ilmu yang sudah mereka ajarkan.
"Merupakan anugerah, menawi jenengan gadah putra putri ingkang tasek purun kempal
kalean tiyang-tiyang sholih sholihah. Putra putri ingkang purun nyepengi tuntunan
Rasulullah SAW,"
dawuh Pengasuh Al-Ibrohimi saat Tausiyah.
Di tutup dengan doa yang dipanjatkan oleh Pengasuh Al-Ibrohimi.
Acara Haflah Akhirussanah ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan, namun juga menjadi ruang refleksi atas pencapaian pendidikan berbasis keagamaan, serta harapan untuk terus melahirkan kader-kader Qur'ani yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah dan bangsa.